Pesan WhatsApp Palsu – Tanda Centang Merah Yang Beredar Menunjukkan Kontrol Kepemerintahan

Anda tidak boleh memperhatikan atau meneruskan pesan palsu tersebut di WhatsApp.

Terdapat berita palsu mengenai perpesanan WhatsApp tentang kepemerintahan yang saat ini sedang beredar, “Dua tanda centang biru dan satu tanda centang merah yang berarti pemerintah dapat mengambil sebuah tindakan, sedangkan tiga tanda centang merah berarti pemerintah telah mengambil keputusan”.

Semua berita diatas dapat dipastikan hoak karena WhatsApp tidak pernah membuat laporan tantang perubahan pada sistemnya mengenai tanda centang dalam perpesanannya.

Pesan menyesatkan tersebut berasal dari perselisihan hukum antara WhatsApp dan pemerintah terkait aturan TI yang baru-baru ini diperkenalkan di negara tersebut.

Pesan ini telah banyak beredar di berbagai grup WhatsApp dan selalu diteruskan berkali-kali, dari pesan tersebut banyak yang mengklaim bahwa WhatsApp membuat aturan baru untuk perpesanan dan panggilan yang terhubung langsung untuk kepemerintahan.

Pada sistem baru palsu tersebut akan memungkinkan lembaga penegak hukum mengambil tindakan terhadap mereka yang menyebarkan pesan dan video yang melawan kepemerintahan.

Semua pernyataan yang dibuat dalam pesan itu adalah berita palsu karena WhatsApp belum mengumumkan pembaruan apa pun pada sistemnya. Metode yang terdapat pada tampilan tanda centang untuk pesan yang telah dibaca juga tidak berubah.

Artinya, tergantung pada status pengiriman pesan dan pengaturan WhatsApp, kalian hanya melihat tanda centang berwarna abu-abu dan biru yang akan muncul.

Perlu kalian ketahui juga bahwa WhatsApp menggunakan fitur keamanan end-to-end ter-enkripsi untuk setiap pesan pribadi Anda.

WhatsApp mendefinisikan pesan enkripsi end-to-end adalah komunikasi perpesanan yang hanya dapat dikendalikan oleh pengirim ke perangkat penerima, pesan tersebut tidak akan dapat diakses oleh pihak ketiga mana pun.

Ini berarti pihak ketiga termasuk pemerintah atau bahkan WhatsApp sendiri tidak dapat mendekripsikan pesan yang beredar di antara orang-orang dan hanya pengirim dan penerima yang dapat membacanya.

Namun enkripsi tidak akan berfungsi jika Anda berkomunikasi dengan akun perusahaan dalam aplikasi. Bahkan dalam kasus ini, WhatsApp belum mengizinkan pemerintah untuk mengakses komunikasi apa pun.

Masalah seperti ini bukan merupakan kasus pertama kalinya yang beredar dan memerlukan pembaruan pada sistem komunikasi WhatsApp. Pesan serupa juga pernah diposting pada berbagai grup dalam aplikasi perpesanan dan media sosial tahun lalu.

Disarankan agar Anda tidak meneruskan jenis pesan palsu ini ke tujuannya.

WhatsApp saat ini sedang mempertahankan posisinya untuk tidak mematuhi ketentuan aturan IT baru di India. Perusahaan milik Facebook itu bahkan mengajukan gugatan terhadap pemerintah awal pekan ini.

Dengan mengatakan aturan baru itu akan memengaruhi privasi pengguna. Pemerintah juga menanggapi WhatsApp dan mengkritik langkah mereka.

Baca Juga :


Dapatkan informasi seputar teknologi terbaru dengan cara mengikuti UnionSpace di Google Berita.