Gaya Hidup Iqbaal Ramadhan, dari Thrifting hingga Musik dan Hidup Hijau

Gaya Hidup70 Views

Gaya hidup Iqbaal Ramadhan menarik perhatian bukan hanya karena perjalanan kariernya sebagai aktor dan musisi. Di balik popularitas yang sudah diperoleh sejak usia remaja, Iqbaal dikenal mempunyai sederet ketertarikan yang cukup beragam, mulai dari berburu pakaian bekas, musik, pendidikan, olahraga, kegiatan ramah lingkungan, hingga aktivitas kreatif di balik layar perfilman.

Perjalanan Iqbaal juga mengalami perubahan seiring bertambahnya usia. Ia pernah berada dalam fase ketika pendidikan ditempatkan sebagai prioritas sehingga tidak menerima banyak proyek film dalam satu waktu. Setelah menyelesaikan studi di Monash University, Australia, ia kembali semakin aktif dengan proyek musik BAALE, film, serta pekerjaan sebagai produser eksekutif. Pada 2026, namanya bahkan tercantum dalam film Monster Pabrik Rambut atau Sleep No More yang melakukan pemutaran di Berlinale.

Kehidupan Iqbaal dengan demikian tidak hanya bergerak di sekitar lokasi syuting atau panggung hiburan. Ada berbagai kebiasaan pribadi yang pernah ia ceritakan secara terbuka dan kemudian menjadi bagian menarik dari sosoknya di luar pekerjaan.

Thrifting Menjadi Salah Satu Kegemaran Iqbaal Sejak Sekolah

Salah satu kebiasaan Iqbaal yang cukup dikenal adalah berburu pakaian bekas atau thrifting. Ketertarikan tersebut bukan muncul ketika tren pakaian vintage semakin populer di Indonesia. Iqbaal pernah menjelaskan kegemarannya sudah berkembang ketika menempuh pendidikan di United World College di New Mexico, Amerika Serikat.

Ketika bersekolah di sana pada periode 2016 sampai 2018, ia tidak mempunyai dana berlebihan untuk membeli pakaian. Toko pakaian bekas kemudian menjadi salah satu tempat yang menarik baginya. Kebiasaan itu akhirnya terus terbawa setelah ia kembali menjalani berbagai aktivitas di industri hiburan Indonesia.

Dalam wawancara lain, Iqbaal bahkan pernah menyebut beberapa kebiasaannya seperti berbelanja pakaian bekas, mencoba pakaian sendiri di kamar setelah berbelanja, menghabiskan waktu di studio musik hingga nongkrong di bengkel sambil melihat montir bekerja. Gambaran tersebut memperlihatkan ketertarikannya tidak terbatas pada satu jenis kegiatan.

Thrifting juga berhubungan dengan gaya berpakaian Iqbaal yang kerap berubah. Dalam berbagai kesempatan publik, ia dapat menggunakan kaus band, celana kargo dan sneakers, kemudian muncul dengan kemeja sederhana atau busana formal ketika menghadiri acara film. Pilihannya tidak selalu berpusat pada barang mewah atau tampilan yang terlalu rapi.

Menurut penulis, ketertarikan Iqbaal pada pakaian bekas membuat gaya personalnya terasa lebih bebas. Ia tidak terlihat berusaha mempertahankan satu citra pakaian tertentu hanya karena sudah menjadi figur publik.

Pakaian Kasual Lebih Sering Muncul dalam Aktivitas Sehari Hari

Penampilan Iqbaal di luar acara resmi cukup sering berada pada jalur kasual. Salah satu wawancara di Palu pada 2022 menggambarkan dirinya datang menggunakan kaus band New Order, celana kargo dan sepatu kets. Penampilan seperti itu sejalan dengan kegemarannya terhadap musik sekaligus pakaian bekas.

Ia juga beberapa kali mengubah gaya rambut secara cukup signifikan. Rambut pendek yang lekat dengan penampilannya pada periode awal karier kemudian berubah menjadi rambut panjang hingga gaya bergelombang ketika mengerjakan sejumlah proyek berbeda.

Pada akhir 2024, penampilan rambutnya bahkan menarik perhatian ketika mempromosikan film Perayaan Mati Rasa. Iqbaal menjelaskan perubahan tersebut berkaitan dengan tokoh Ian Antono yang diperankannya. Ia ingin penonton dapat melihat karakter film, bukan sekadar melihat Iqbaal dalam penampilan sehari hari.

Hal ini memperlihatkan bahwa gaya personal dan tuntutan pekerjaan sering bersinggungan. Sebagai aktor, perubahan penampilan dapat menjadi bagian dari pembentukan karakter. Namun di luar produksi film, ia tetap terlihat nyaman dengan pakaian yang relatif santai.

Kesadaran Lingkungan Masuk ke Kebiasaan Sehari Hari

Bagian lain dari gaya hidup Iqbaal yang pernah disampaikan secara terbuka adalah perhatian terhadap lingkungan. Ia tidak menggambarkannya sebagai sesuatu yang harus dimulai melalui perubahan besar. Ia justru menekankan kebiasaan sederhana yang bisa dilakukan sendiri secara berulang.

Iqbaal pernah menjelaskan beberapa hal yang ia lakukan, antara lain membawa botol minum sendiri ketika bepergian, menyediakan tote bag agar tidak selalu menggunakan kantong plastik, mengurangi penggunaan pendingin ruangan dan lebih hemat menggunakan air.

Kebiasaan memakai barang bekas juga bertemu dengan pendekatan tersebut. Dalam sebuah kegiatan pada 2021, Iqbaal mengajak kaum muda mengurangi pemakaian plastik sekali pakai. Selain membawa botol minum dan tas belanja sendiri, ia menyebut penggunaan barang second hand sebagai salah satu pilihan yang dapat dilakukan.

Baginya, kepedulian lingkungan tidak harus menunggu seseorang memiliki kemampuan melakukan sesuatu dalam skala besar. Pilihan kecil dalam keseharian tetap dapat dilakukan secara konsisten.

Pendekatan tersebut menarik karena tidak selalu terlihat dari penampilannya sebagai selebritas. Membawa botol sendiri atau mengurangi penggunaan pendingin ruangan merupakan kegiatan yang sangat sederhana, tetapi justru mudah diterapkan berulang kali.

Musik Tetap Menjadi Bagian Besar Kehidupan Iqbaal

Popularitas Iqbaal memang banyak bertambah setelah memerankan Dilan, tetapi musik sebenarnya sudah hadir jauh sebelum karier filmnya mencapai puncak. Ia memulai perjalanan hiburan sebagai bagian dari Coboy Junior, kemudian terlibat dalam Svmmerdose sebelum kembali menjalankan proyek musik personal menggunakan nama BAALE.

BAALE menjadi ruang yang cukup berbeda dibanding aktivitas musik Iqbaal sebelumnya. Pada Mei 2024, ia merilis album penuh FORTUNA yang terdiri dari 11 lagu. Materinya telah mulai disiapkan sejak 2021 sebelum proses produksinya semakin serius pada awal 2024.

Musik dalam FORTUNA mengambil warna yang terinspirasi periode sekitar 1995 sampai 2005. Iqbaal juga memasukkan pengalaman personal dan cerita orang di sekelilingnya sebagai sumber penciptaan lagu. Ia tertarik mengamati berbagai kebiasaan serta tren generasinya kemudian mengolah hal tersebut melalui musik.

Setelah album dirilis, BAALE tidak berhenti pada distribusi digital. Iqbaal menjalankan tur di enam kota Sumatera pada Juli 2024, meliputi Lampung, Palembang, Jambi, Padang, Medan dan Batam. Tur itu menunjukkan bahwa musik kembali mendapat porsi besar dalam rutinitas profesionalnya.

Begadang di Studio Pernah Menjadi Kebiasaan

Ketertarikan terhadap musik juga terlihat dari cara Iqbaal menghabiskan waktunya. Ketika memperkenalkan dirinya melalui kanal YouTube pribadi beberapa tahun lalu, salah satu kegiatan yang ia sebut adalah begadang di studio musik.

Studio tidak hanya menjadi tempat bekerja ketika ada proyek komersial. Musik sudah lama berada di antara kegiatan yang memang ia sukai.

Pada proses FORTUNA, Iqbaal berperan sebagai pencipta lagu, penulis lirik, musisi dan penampil. Album tersebut juga melibatkan sejumlah nama lain, termasuk Hendra Jaya Putra sebagai produser, Lucky Sarwo sebagai co produser, serta Vincent Rompies dan Randy Danistha pada materi tertentu.

Pengerjaan album tidak selalu berjalan mulus karena jadwal menjadi salah satu kendala. Namun Iqbaal menyatakan kualitas musik tetap ditempatkan sebagai prioritas. Sikap tersebut memperlihatkan cara ia menjalankan hobi yang kemudian berkembang menjadi pekerjaan profesional.

BAALE pada akhirnya menjadi ruang yang memungkinkan publik melihat sisi Iqbaal yang berbeda dari karakter film yang diperankannya.

Pendidikan Pernah Membuat Iqbaal Membatasi Pekerjaan Film

Salah satu bagian paling menonjol dari perjalanan Iqbaal adalah keputusannya tetap melanjutkan pendidikan meskipun karier hiburan sedang berada dalam posisi kuat.

Ia pernah bersekolah di United World College di New Mexico, Amerika Serikat. Setelah itu, pendidikan tinggi dilanjutkan di Monash University, Melbourne, Australia. Iqbaal kemudian menyelesaikan studi sarjananya setelah menjalani masa kuliah sekitar empat tahun.

Pada periode kuliah, ia secara terbuka mengatakan sulit mengerjakan banyak pekerjaan sekaligus. Karena itu, dirinya pernah hanya mengambil sekitar satu film dalam setahun dan menggunakan waktu lainnya untuk kuliah. Tawaran film juga diseleksi dengan cukup hati hati berdasarkan skenario, desain produksi, sutradara dan berbagai pertimbangan lainnya.

Keputusan tersebut cukup menarik mengingat popularitas Dilan membuat Iqbaal mempunyai peluang mengambil proyek dalam jumlah besar.

Namun pekerjaan hiburan tidak ditempatkan sebagai satu satunya pusat aktivitasnya.

Ketika Umay Shahab pertama kali membicarakan Perayaan Mati Rasa, Iqbaal masih berada di Melbourne menyelesaikan pendidikan. Setelah pembicaraan berkembang, ia setuju mengikuti proyek dengan syarat dapat terlibat lebih jauh dalam proses penciptaannya.

Setelah Lulus, Peran di Balik Layar Mulai Bertambah

Selesainya masa pendidikan tidak membuat Iqbaal hanya meningkatkan jumlah pekerjaan sebagai aktor. Ia justru mulai mempelajari sisi produksi film lebih serius.

Pada Perayaan Mati Rasa, Iqbaal bukan hanya pemeran Ian Antono tetapi juga menjalankan tugas sebagai produser eksekutif. Ia ikut terlibat sejak tahap ketika skrip belum terbentuk hingga berbagai pembicaraan produksi berjalan.

Pengalaman tersebut membuat aktivitas profesionalnya semakin luas. Sebelumnya ia lebih banyak menerima naskah yang telah tersedia, mempelajari tokoh dan masuk ke proses syuting. Ketika menjadi produser eksekutif, ia harus memahami perjalanan pembuatan film dari tahap yang jauh lebih awal.

Iqbaal juga menegaskan ketertarikannya bekerja di balik layar tidak berarti akan meninggalkan akting. Ia memilih mengikuti peluang yang dianggap menarik sambil terus berada di depan kamera.

Cara bekerja seperti ini memperlihatkan perubahan dari seorang artis yang menerima proyek menjadi pekerja kreatif yang ingin ikut menentukan bentuk karya sejak awal.

Menurut penulis, fase ini menjadi bagian menarik dari perjalanan Iqbaal karena pendidikan, musik dan film tidak berjalan sebagai jalur yang benar benar terpisah. Semuanya terlihat membentuk cara dirinya memilih pekerjaan dengan lebih selektif.

Pertemanan Tetap Dipisahkan dari Urusan Profesional

Dalam menjalankan proyek bersama teman, Iqbaal mempunyai pendekatan yang cukup jelas. Saat bekerja dengan Umay Shahab dalam Perayaan Mati Rasa, keduanya tidak selalu mempunyai pendapat sama. Perdebatan mengenai pekerjaan bahkan pernah terjadi selama produksi.

Namun Iqbaal menilai hubungan pertemanan mereka memiliki posisi yang lebih tinggi dibanding persoalan kerja.

Cara tersebut penting karena pekerjaan kreatif sering membutuhkan banyak perbedaan pendapat. Dalam produksi film, keputusan mengenai cerita, pemeran, visual dan berbagai detail lain membutuhkan diskusi panjang.

Bagi Iqbaal, berbeda pandangan tidak otomatis merusak hubungan personal. Pekerjaan tetap dapat dibicarakan secara serius tanpa membuat pertemanan kehilangan tempatnya.

Sikap serupa juga terlihat dari proses album FORTUNA. Ia menyebut bantuan teman mempunyai peranan besar dalam menyelesaikan album ketika dirinya berhadapan dengan kendala waktu.

Olahraga Pernah Diisi Weight Training hingga Skateboard

Jauh sebelum kesibukannya sebagai produser dan BAALE meningkat, Iqbaal juga pernah berbicara mengenai olahraga yang disukainya.

Pada 2018, ia menyebut beberapa kegiatan fisik yang dijalani, antara lain weight training, calisthenics, skateboard dan berenang. Renang pernah dilakukan untuk membantu melatih pernapasan, sedangkan skateboard menjadi cabang yang sangat disukainya.

Iqbaal bahkan mengidolakan skateboarder Indonesia Sanggoe Darma Tanjung. Ketertarikan tersebut muncul ketika skateboard masih menjadi bagian penting dari kegiatan hariannya.

Informasi mengenai rutinitas olahraga Iqbaal saat ini memang tidak banyak ia buka secara rinci. Karena itu, kebiasaan olahraga lama tersebut tidak dapat langsung dianggap sebagai jadwal olahraga yang masih sama pada 2026.

Namun aktivitas itu menunjukkan bahwa ketertarikannya sejak muda tidak hanya berkisar pada musik, film atau pakaian. Ada kegiatan fisik yang juga pernah menjadi bagian dari kesehariannya.

Media Sosial Dipakai untuk Karya, Bukan Hanya Kehidupan Pribadi

Iqbaal mempunyai audiens besar di media sosial, tetapi penggunaannya tidak hanya diarahkan untuk memperlihatkan kegiatan pribadi. Seiring munculnya BAALE, platform digital juga menjadi saluran komunikasi mengenai musik dan proses kreatifnya.

Pada April 2024, ia membuka WhatsApp Channel khusus BAALE. Saluran tersebut digunakan untuk membagikan pembaruan, cuplikan karya, cerita di balik proses musik serta pengumuman eksklusif kepada penggemar.

Langkah itu menunjukkan perubahan pola komunikasi dengan audiens.

Alih alih seluruh informasi ditempatkan pada satu akun publik, Iqbaal membuat ruang khusus bagi orang yang memang ingin mengikuti perjalanan musiknya.

Instagram pribadinya juga tetap menjadi salah satu kanal publik utama. Akun tersebut memiliki jutaan pengikut dan digunakan untuk membagikan berbagai aktivitas profesional maupun personal yang dipilihnya sendiri.

Pembagian semacam ini memungkinkan sisi karya mendapat tempat tersendiri tanpa seluruh kehidupan sehari hari harus dibuka kepada publik.

Kesuksesan di Usia Muda Tidak Membuat Semua Tawaran Diterima

Iqbaal mencapai keberhasilan besar ketika usianya masih sangat muda. Dilan 1990 mencatat lebih dari enam juta penonton ketika dirinya masih berada pada usia belasan tahun. Popularitas itu kemudian membuat nama Iqbaal menjadi salah satu aktor muda yang paling mudah dikenali di Indonesia.

Meski demikian, periode setelahnya memperlihatkan dirinya tidak memilih jalur dengan mengambil sebanyak mungkin pekerjaan.

Dalam wawancara menjelang Perayaan Mati Rasa, ia menjelaskan lebih mudah menerima tawaran apabila visi proyek disampaikan dengan jelas. Ini menjadi salah satu alasan mengapa terdapat jeda cukup panjang sebelum dirinya kembali menjadi pemeran utama film. Pendidikan juga mengambil porsi besar pada periode tersebut.

Iqbaal memandang keberhasilan pada usia muda sebagai sesuatu yang perlu dijaga, bukan semata alasan untuk memperbanyak pekerjaan. Cara berpikir tersebut terlihat dari keputusan kuliah, seleksi skenario serta keinginan ikut terlibat lebih jauh ketika akhirnya menerima proyek tertentu.

Tahun 2026 Membawa Iqbaal hingga Berlinale

Aktivitas Iqbaal terus berkembang setelah Perayaan Mati Rasa dan proyek musik BAALE. Pada Februari 2026, namanya masuk dalam jajaran pemeran Monster Pabrik Rambut, yang memakai judul internasional Sleep No More, dalam program Berlinale Special Midnight pada Berlin International Film Festival. Situs resmi Berlinale mencatat Iqbaal memainkan karakter Bona bersama Rachel Amanda dan Lutesha.

Keterlibatan dalam festival internasional tersebut menambah perjalanan yang sebelumnya telah membawanya dari panggung musik anak, sekolah di Amerika Serikat, kuliah di Australia, film box office Indonesia, proyek musik independen sampai pekerjaan produksi.

Di luar pekerjaan, beberapa kebiasaan yang pernah ia ceritakan tetap menjadi sisi lain yang membuat profilnya berbeda. Berburu pakaian bekas, membawa botol minum sendiri, menyimpan tote bag, menikmati musik, pernah menekuni skateboard serta memilih pekerjaan dengan cukup hati hati memperlihatkan bahwa kehidupan seorang figur publik tidak selalu harus berisi kemewahan.

Pada saat yang sama, Iqbaal terus memperluas pekerjaannya. Ia tidak lagi hanya berada pada posisi penyanyi atau aktor sebagaimana dikenal publik saat masih sangat muda. Musik BAALE memberinya ruang sebagai pencipta lagu, sedangkan pengalaman menjadi produser eksekutif membuka wilayah kerja baru di perfilman. Kehadirannya dalam Sleep No More di Berlinale 2026 kemudian memperlihatkan bahwa rutinitas kreatif tersebut masih terus bergerak melalui proyek dengan bentuk yang semakin beragam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *